Tips Sukses Membuka Bisnis Jasa Pengasuh dan Penitipan Anak (Baby Sitter)

Di era kesetaraan gender ini, banyak pasangan dalam sebuah keluarga yang keduanya bekerja di luar rumah. Hal itu menjadikan terbukanya ide bisnis untuk membuka usaha jasa pengasuh anak dan tempat penitipan anak (baby sitter).

Sebenarnya saat ini terdapat lumayan banyak lembaga yang menyediakan pengasuh anak yang terpercaya. Lembaga-lembaga tersebut bertindak sebagai penengah (mediator) antara pengguna jasa dan pihak pengasuh. Biasanya dengan pembagian hasil 40% untuk mediator dan 60% untuk pengasuh.

Apabila anda berminat untuk mencoba peluang usaha penitipan anak ini, beberapa tips di bawah ini bisa anda jadikan panduan:

1. Pengalaman sebagai Pengasuh Anak

pengasuh-anak

Jika anda pernah bekerja sebagai seorang pengasuh anak, akan lebih mudah bagi anda untuk memulai usaha ini. Pengalaman anda selama bekerja bisa anda jadikan pondasi untuk memilih calon pengasuh yang tepat. Karena dalam bisnis ini, pengasuh yang bisa memberikan pelayanan yang prima adalah yang paling utama.

Agar usaha penitipan dan pengasuhan anak ini lebih jelas ke depannya, perlu anda buat riset terlebih dahulu, terutama tentang tempat dan daerah yang cocok untuk memulai bisnis ini. Daerah mana saja yang kiranya banyak membutuhkan jasa pengasuhan anak ini.

2. Legalitas Hukum

Supaya ke depan usaha anda tidak bermasalah, sebelum memulainya ada baiknya untuk segera menyelesaikan  legalitas usaha anda. Konsultasikan kepada notaris untuk mengetahui apa saja kewajiban anda.

3. Mempromosikan Usaha Anda

Agar usaha anda bisa berkembang dengan optimal dan bisa mencapai sasaran lebih luas, buatlah website untuk memudahkan klien dan pengasuh dalam konektivitasnya. Anda juga bisa memanfaatkan iklan Facebook, Google, dan lain sebagainya. Bisa juga menggunakan cara-cara tradisional seperti membuat selebaran dan famlet yang ditempel di tempat-tempat strategis. Dan tentunya promosi yang paling baik adalah promosi atas kepuasan, yakni naiknya reputasi usaha jasa anda akan menyebabkan viral dari mulut ke mulut akan kualitas usaha anda.

4. Cara Merekrut Pengasuh Anak

Ketika anda merekrut pengasuh untuk usaha anda ini, jangan gunakan wawancara jarak jauh, seperti lewat internet maupun telepon. Untuk dapat mengenal kepribadian calon pengasuh anak klien anda, perlu pertemuan secara langsung dengan calon pengasuh. Perhatikan sifat pribadinya, kebersihannya dan penampilannya. Hati-hati dalam proses ini, karena akan sangat berpengaruh bagi usaha anda ke depannya.

Dalam interview anda terhadap calon pengasuh, tanyakan hobi mereka, terutama terkait dengan anak-anak. Perhatikan seberapa besar minat mereka dalam mengasuh anak. Meskipun terdapat calon pengasuh yang merupakan referensi dari seseorang yang anda percaya, tetap harus anda seleksi secara sungguh-sungguh. Karena hal ini berkaitan dengan nasib anak yang akan diasuhnya yang akan berakibat kepada reputasi usaha anda.

5. Hal yang Harus Diperhatikan dalam Merekrut Pengasuh

baby-sitterDalam merekrut pengasuh, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijadikan acuan. Hal yang paling penting adalah calon pengasuh harus suka dan peduli terhadap anak-anak. Ini adalah hal yang paling utama yang harus dimiliki oleh seorang calon pengasuh. Hal lainnya adalah juga harus bisa diandalkan dan dipercaya.

Selain hal-hal yang bersifat emosional tersebut, hal-hal yang bersifat keterampilan yang juga harus dikuasai seorang pengasuh adalah mampu meningkatkan kualitas dalam perkembangan anak. Memiliki kemampuan komunikasi terhadap anak-anak.

6. Periksa Latar Belakang Calon Pengasuh Anak

Untuk menjamin kepuasan klien dan keberlangsungan usaha anda, jangan sampai anda salah dalam mempekerjakan orang yang salah dalam pekerjaan ini. Karena pekerjaan ini adalah pekerjaan yang sangat berkaitan dengan masa depan seorang anak, maka anda harus benar-benar bisa memilih orang yang tepat. Untuk itu anda memerlukan orang yang mempunyai kemampuan untuk menyelidiki latar belakang kandidat pengasuh yang akan anda karyakan untuk meneliti kepribadiannya lebih jauh. Cara formalnya, anda bisa lakukan dengan melakukan pemeriksaan melalui catatan kepolisian.

Agar semuanya jelas di awal, anda juga bisa berterus terang kepada  calon pengasuh bahwa anda akan melakukan penyelidikan tentang latar belakangnya. Dengan begitu calon pengasuh akan dapat berpikir ulang untuk terus maju menjadi calon pengasuh atau justru mengundurkan diri.

7. Membuat Formulir Aplikasi Klien

pengasuh-anak-yang-baikDalam proses perekrutan pengasuh diperlukan formulir aplikasi pengasuh untuk mendata latar belakangnya, sehingga akan memudahkan segala sesuatunya apabila terdapat permasalahan di kemudian hari.

Begitu juga dengan klien, diperlukan pula formulir aplikasi klien untuk mengetahui tentang jumlah anggota keluarga beserta usianya, berapa anak-anak, dan lain sebagainya, untuk memudahkan dalam memahami suasana keluarga tersebut dan dapat menugaskan pengasuh yang tepat. Selain itu juga untuk memudahkan perkiraan waktu pengasuhan yang tepat, full time atau part time.

Dan jika pengasuh suatu saat akan diajak ke luar negeri, hal itu harus disebutkan pula dalam formulir aplikasi klien, agar terdapat kesiapan/kesanggupan dari pihak pengasuh. Jika ternyata anak yang akan diasuh merupakan anak yang membutuhkan suatu bantuan khusus juga harus disebutkan dalam aplikasi, supaya pihak pengasuh tidak merasa mendapatkan tugas tambahan di luar perhitungan.

8. Buatlah Surat Kontrak

cari-pengasuh-anakAgar semuanya bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan tidak ada yang merasa dirugikan ke depannya, anda harus membuat surat kontrak, baik untuk klien maupun untuk pengasuh. Tuliskan secara detail kewajiban dan hak dari masing-masing pihak, juga konsekuensi dari pengingkaran atas kewajiban yang telah disepakati.

Surat kontrak bagi pengasuh harus terdapat keterangan tentang durasi kerja, tugas, dan pembayarannya. Adapun surat kontrak untuk klien berisi tentang syarat-syarat pembayaran, hak-hak pengasuh, dan ketentuan-ketentuan sebagainya.

9. Tarif Jasa Pengasuhan dan Penitipan Anak

Dalam pengaturan tarif jasa pengasuhan dan penitipan anak ini diperlukan detail sesuai kebutuhan klien. Detail tarif ini menyangkut jam kerja, jumlah jam kerja, jumlah anak yang diasuh, umur anak yang diasuh, bantuan khusus yang diberikan kepada anak-anak tertentu, antar jemput (transportasi) anak, juga pekerjaan yang berhubungan dengan rumah tangga lainnya. Semuanya harus dirinci secara detail tarifnya.

 

Tinggalkan Balasan